Senin, 20 September 2010

LAPORAN KKL

LAPORAN KULIAH KERJA LAPANGAN
ANGKATAN 2007
KE JAKARTA-BANDUNG
29 SEPTEMBER – 3 OKTOBER 2009

Disusun Untuk Memenuhi Tugas Semester Lima
Mata Kuliah: Kuliah Kerja Lapangan
Dosen Pengampu: Dra. Suharyanti, M. Hum



Oleh:
IKA RAHAYU SUSILANINGSIH
K1207020




PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS SEBELAS MARET
SURAKARTA
2009


Kata Pengantar
Segala puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT yang masih memberikan nikmat dan karunia-Nya sehingga penulisan laporan kuliah kerja lapangan (KKL) ini dapat diselesaikan. Tanpa nikmat dari Allah mustahil penulisan laporan ini dapat selesai. Terima kasih penulis sampaikan kepada dosen pendamping KKL yang telah mendampingi kami, sehingga pelaksanaan KKL dapat berjalan lancar.
Belajar tidak harus dilaksanakan di dalam kelas dan belajar bukanlah hanya sekadar transfer ilmu dari guru kepada mahasiswa, tetapi yang terpenting adalah membentuk kepahaman. Selama ini belajar umumnya hanya dilakukan di dalam kelas, padahal belajar dari pengalaman merupakan cara yang paling efekif untuk mengkonstruksi pemahaman mahasiswa. Kuliah kerja lapangan (KKL) merupakan salah satu cara untuk membentuk kepahaman mahasiswa. Dengan terjun ke lapangan langsung mahasiswa dapat menyerap dan menerapkan ilmu yang telah diperoleh.
Penulis menyadari bahwa laporan kuliah kerja lapangan (KKL) ini masih jauh dari sempurna. Untuk itu segala bentuk kritik dan saran yang membangun selalu penulis harapkan. Semoga laporan ini dapat memberikan manfaat bagi masyarakat pendidikan umumnya dan bagi penulis khususnya.






Surakarta, 20 November 2009


Penulis


Daftar Isi


Halaman judul…………………………………………………………………….i
Kata Pengantar……………………………………………….…………………..ii
Daftar Isi……………………………………………………….………………...iii
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah ………………………………………………………1
B. Tujuan Penulisan ................................................................................................1
BAB II DESKRIPSI KUNJUNGAN
A. Waktu dan tempat kunjungan............................................................................2
B. Peserta
BAB III DESKRIPSI HASIL KUNJUNGAN
1. Pusat Bahasa.......................................................................................................4
2. Suara Pembaharuan ...........................................................................................6
3. Taman Impian Jaya Ancol..................................................................................7
4. Arsip Nasional....................................................................................................9
5. Pusat Dokumentasi Sastra HB. Jassin..............................................................10
6. Trans7................................................................................................................11
7. FPBS UPI..........................................................................................................13
8. Cihampelas........................................................................................................17
9. Cibaduyut..........................................................................................................18
BAB IV PENUTUP
A. Simpulan............................................................................................................20
B. Saran..................................................................................................................20
Lampiran


















BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah
Pendidikan merupakan salah satu cara untuk mengembangkan sumber daya manusia di Indonesia. Pendidikan bisa ditempuh baik lewat jalur formal, nonformal, dan informal. Mahasiswa merupakan salah satu peserta belajar dalam sebuah pendidikan di perguruan tinggi. Proses belajar bukan hanya sekedar transfer ilmu dari dosen untuk mahasiswa. Pada umumnya proses belajar mengajar di Indonesia masih dilakukan di dalam kelas, tatap muka antara guru dengan murid ataupun dosen dengan mahasiswanya. Padahal dari proses belajar mengajar yang terpenting adalah kepahaman mahasiswa. Belajar dari pengalaman merupakan cara yang efektif untuk membentuk kepahaman siswa. Metode ini sering disebut dengan Conextual Teaching and Learning (CTL).
Contextual Teaching and Learning adalah suatu strategi pembelajaran yang menerapkan teori ke dalam kehidupan atau pengalamaan nyata.. Dengan adanya kuliah kerja lapangan (KKL) mahasiswa dapat mengkontruksi kepahaman mereka dengan menghubungkan materi yang pernah diperoleh di kelas dengan kondisi di lapangan, menerapkan apa yang telah diperoleh, serta menambah informasi yang mereka jumpai di lapangan.

B. Tujuan Penulisan
Adapun tujuan dari kuliah kerja lapangan ini adalah sebagai berikut:
1. Mendorong siswa agar dapat merapkan ilmu yang telah diperoleh dalam kehidupan nyata
2. Mahasiswa mengetahui kompetensi yang diperlukan agar dapat bersaing dalam dunia kerja.
3. Memberikan praktik lapangan kepada para mahasiswa.
4. Memberikan pengetahuan kepada para mahasiswa mengenai bidang-bidang profesi yang dapat diterjuninya kelak.
5. Membuka cakrawala baru tentang berbagai kompetensi yang diperl
BAB II
DESKRIPSI KUNJUNGAN

A. WAKTU DAN TEMPAT KUNJUNGAN
Kuliah kerja lapangan (KKL) dilaksanakan selama 5 hari, yaitu tanggal 29 September sampai 3 Oktober 2009 . Adapun rincian jadwalnya adalah sebagai berikut:

No Kegiatan Tempat Hari/Tgl Jam
1 Pemberangkatan UNS Selasa, 29 September 2009 16.00 WIB
2 Kunjungan ke Pusat Bahasa Pusat Bahasa Rabu, 30 September 2009 09.00 – 11.30 WIB
3 Kunjungan ke Suara Pembaharuan Suara Pembaharuan Rabu, 30 September 2009 14.00 – 15.30 WIB
4 Wisata ke Ancol Ancol Rabu, 30 September 2009 16.30 – 20.00 WIB
5 Kunjungan ke ANRI ANRI Kamis, 1 Oktober 2009 09.00 – 11.00 WIB
6 Kunjungan ke HB. Jassin HB. JASSIN Kamis, 1 Oktober 2009 13.30 – 15.00 WIB
7 Kunjungan ke Trans 7 Trans 7 Kamis, 1 Oktober 2009 16.00 – 18.30 WIB
8 Kunjungan ke UPI UPI Jumat, 2 Oktober 2009 09.00 – 11.00 WIB
9 Wisata Belanja Cihampelas Cihampelas Jumat, 2 Oktober 2009 14.00 – 15.30 WIB
10 Wisata Belanja Cibaduyut Cibaduyut Jumat, 2 Oktober 2009 17.00 – 19.00 WIB


B. PESERTA
Peserta adalah mahasiswa fakultas keguruan dan ilmu pendidikan program studi Bahasa Sastra Indonesia dan Daerah semester lima. Jumlah peserta sebanyak 65 orang beserta dua dosen pembimbing.



























BAB III
DESKRIPSI HASIL KUNJUNGAN

1. Pusat Bahasa
Pusat Bahasa berawal dengan terbentuknya Instituut voor Taal en Cultuur Onderzoek (ITCO) yang merupakan bagian dari Universitas Indonesia pada tahun 1947 dan dipimpin oleh Prof. Dr. Gerrit Jan Held. Sementara itu, pada Maret 1948 pemerintah Republik Indonesia membentuk lembaga bernama Balai Bahasa di bawah Jawatan Kebudayaan, Kementerian Pendidikan, Pengajaran, dan Kebudayaan.
Pada tahun 1952, Balai Bahasa dimasukkan ke lingkungan Fakultas Sastra Universitas Indonesia dan digabung dengan ITCO menjadi Lembaga Bahasa dan Budaya. Selanjutnya, mulai 1 Juni 1959 lembaga ini diubah menjadi Lembaga Bahasa dan Kesusastraan, dan menjadi bagian Departemen Pendidikan, Pengajaran, dan Kebudayaan.
Pada tanggal 3 November 1966 lembaga ini berganti nama menjadi Direktorat Bahasa dan Kesusastraan yang berada di bawah Direktorat Jenderal Kebudayaan, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Sejak 27 Mei 1969 lembaga itu kembali berubah nama menjadi Lembaga Bahasa Nasional dan secara struktural berada di bawah Direktorat Jenderal Kebudayaan.
Pada 1 April 1975 Lembaga Bahasa Nasional berganti nama menjadi Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa. Lembaga yang kerap disingkat dengan nama Pusat Bahasa ini, secara berturut-turut dipimpin oleh Prof. Dr. Amran Halim, Prof. Dr. Anton M. Moeliono, Drs. Lukman Ali, Dr. Hasan Alwi, dan Dr. Dendy Sugono.
Kemudian berdasarkan Keppres tahun 2000, Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa berubah nama menjadi Pusat Bahasa. Lembaga ini berada di bawah naungan Sekretariat Jenderal Departemen Pendidikan Nasional.
Saat ini, Pusat Bahasa memiliki unit pelaksana teknis (UPT), dengan nama Balai Bahasa/Kantor Bahasa, di dua puluh dua provinsi di Indonesia yaitu:
• Balai Bahasa Aceh
• Balai Bahasa Medan
• Balai Bahasa Padang
• Balai Bahasa Pekanbaru
• Kantor Bahasa Jambi
• Balai Bahasa Palembang
• Kantor Bahasa Lampung
• Balai Bahasa Bandung
• Balai Bahasa Semarang
• Balai Bahasa Surabaya
• Balai Bahasa Yogyakarta
• Balai Bahasa Bali
• Balai Bahasa Papua
• Balai Bahasa Makassar
• Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Barat
• Kantor Bahasa Provinsi Kalimantan Timur
• Balai Bahasa Banjarmasin
• Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Tengah
• Balai Bahasa Provinsi Sulawesi Tengah
• Balai Bahasa Provinsi Sulawesi Utara
• Kantor Bahasa Nusa Tenggara Barat
• Kantor Bahasa Provinsi Sulawesi Tenggara
Aktivitas terakhir yang dilakukan oleh Pusat Bahasa antara lain:
• Konsensus antara ahli bahasa dan Forum Bahasa Media Massa yang diadakan sebulan sekali menyepakati peluruhan seluruh kata yang diawali dengan huruf k -p - t- s bila diberi awalan kata me-. Contoh, me + proses menjadi memroses dan bukan memproses.
• Revisi KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) akan diperkenalkan pada kongres bahasa tahun 2008. Revisi ini akan memuat leksikon bahasa daerah yang konsepnya tidak ada dalam bahasa Indonesia, seperti kata ngaben di Bali. Inventarisasi sedang dilakukan di seluruh wilayah Indonesia.
• Penerbitan kamus istilah, yaitu kamus khusus untuk bidang ilmu dasar, antara lain (fisika, kimia, matematika, dan biologi); ilmu terapan (kedokteran, filsafat, hukum, bahasa, sastra, komunikasi massa, pendidikan, agama, dan lain-lain). Kamus istilah ini adalah kerja sama antara Pusat Bahasa, pakar bidang ilmu, dan Majelis Bahasa Brunei Darussalam-Indonesia-Malaysia (MABBIM)
• Penyusunan tesaurus Indonesia sebagai sumber padanan kata.
• Pengembangan uji kemahiran berbahasa atau proficiency test yang disebut dengan UKBI (Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia) dan mengembangkan bahan ajar BIPA (Bahasa Indonesia untuk Penutur Asing).
• Pembuatan Rancangan Undang-Undang Bahasa yang akan mendudukkan tiga jenis bahasa di Indonesia, yaitu bahasa daerah sebagai bahasa ibu, bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional, dan bahasa asing sebagai bahasa sumber ilmu pengetahuan. Kedudukan tiga bahasa ini akan diperjelas melalui undang-undang dan dilindungi pemakaiannya sehingga tidak saling menerjang dan mengalahkan yang lain.

2. Suara Pembaharuan
Suara Pembaruan pertama kali terbit pada tanggal 27 April 1961 dengan nama Sinar Harapan yang dikelola oleh PT. Sinar Kasih. Pada tahun 1986, dunia surat kabar Indonesia terguncang, ketika harian umum ini dicabut izin terbitnyanya oleh pemerintah Orde Baru. Namun HG Rorimpandey selaku pemimpin umum , terus mencari cara untuk bisa kembali menerbitkan Sinar Harapan. Akhirnya pada tanggal 4 Februari 1987 setelah melalui negosiasi panjang dengan pihak pemerintah, pengelola diizinkan kembali menerbitkan koran dengan nama baru yaitu Suara Pembaruan dengan nama penerbit baru yakni PT. Media Interaksi Utama dan tentunya susunan personalia redaksi yang juga baru. Koran baru ini memiliki konsep yang tidak jauh berbeda dengan koran sebelumnya termasuk logo dan rubrikasinya.
Setelah era reformasi, beberapa pihak di internal Suara Pembaruan keluar dan menerbitkan kembali Sinar Harapan , sehingga saat ini kedua koran ini yang pada dasarnya dari akar yang sama bersaing di pasar koran sore. Suara Pembaruan sendiri terbit setiap hari dengan edisi Minggu nya sudah diedarkan di pasar berbarengan dengan edisi Sabtu sore. Tidak seperti edisi hariannya yang penuh dengan berita berat seperti politik, ekonomi, hukum dan lain-lain, edisi Minggu Suara Pembaruan bercorak lebih santai dan soft. Beritanya dikemas lebih ringan untuk menemani akhir pekan para pembacanya. Sejak tahun 2006, Suara Pembaruan memiliki kemitraan strategis dengan Globe Media Group, sebuah grup penerbit yang mengelola beberapa media cetak diantaranya koran bisnis Investor Daily, Majalah Investor, majalah Globe Asia, dan koran berbahasa Inggris The Jakarta Globe. Seperti halnya koran-koran mainstream pada umumnya, Suara Pembaruan terbit dalam versi cetak, versi online (www.suarapembaruan.com) dan versi e-paper (epaper.suarapembaruan.com).
Peredaran Suara Pembaruan meliputi sekitar 85% di Jabodetabek dan 15% di kota-kota lain di Indonesia. Banyak kalangan menilai Suara Pembaruan adalah koran sore terbesar di Indonesia. Menurut Nielsen Media Research, profil pembaca Suara Pembaruan adalah pria (67%), usia 30-39 tahun (51%), usia 20-29 tahun (38%), SES A1, A2 (40%), white collar (56%), blue collar (25%), pendidikan SLTA (58%) dan universitas (25%).

3. Taman Impian Jaya Ancol
Taman Impian Jaya Ancol merupakan sebuah objek wisata di Jakarta Utara. Sebagai kawasan wisata, Taman Impian Jaya Ancol ternyata sudah berdiri sejak abad ke-17. Waktu itu, Gubernur Jenderal Hindia Belanda, Adriaan Valckenier, memiliki rumah peristirahatan sangat indah di tepi pantai. Seiring perjalanan waktu, kawasan itu kemudian berkembang menjadi tempat wisata.
Sayangnya, ketika Perang Dunia II meletus disusul perang kemerdekaan, Ancol terlupakan. Sungai Ciliwung secara leluasa menumpahkan air dan lumpurnya ke sana sehingga mengubah kawasan tersebut menjadi kotor, kumuh, dan berlumpur. Kawasan yang semula cantik, berubah menjadi menyeramkan bagaikan 'tempat jin buang anak'.
Lalu, muncul usulan agar kawasan itu difungsikan menjadi daerah industri. Namun, usul itu ditolak mentah-mentah oleh Presiden Soekarno. Malah, Bung Karno ingin membangun kawasan itu sebagai daerah wisata. Lewat Keputusan Presiden pada akhir Desember 1965, Bung Karno memerintahkan kepada Gubernur DKI Jaya waktu itu, dr. Soemarno, sebagai pelaksana pembangunan proyek Taman Impian Jaya Ancol. Proyek pembangunan ini baru terlaksana di bawah pimpinan Ali Sadikin yang ketika itu menjadi Gubernur Jakarta. Pembangunan Ancol dilaksanakan oleh PD Pembangunan Jaya di bawah pimpinan Ir. Ciputra.
Kekhasan Taman Impian Jaya Ancol di awal-awal berdirinya ditandai dengan dibangunnya Teater Mobil pada tahun 1970. Sarana rekreasi berikut yang dibangun makin mempopulerkan keberadaan Taman Impian Jaya Ancol, tidak saja di kalangan masyarakat ibu kota, tetapi juga seluruh Indonesia.
Pembangunan berbagai proyek terus berlanjut hingga kini. Pedagang kaki lima ditata, hotel dibangun, lapangan golf, dan beragam permainan dihadirkan. Hal itu berarti sarana rekreasi dan hiburan di Taman Impian Jaya Ancol akan semakin lengkap. Pada tahun-tahun berikutnya, pengadaan sarana rekreasi dan hiburan diarahkan pada sarana hiburan berteknologi tinggi. Hal itu telah dimulai dengan dibangunnya kawasan Taman Impian "Dunia Fantasi" tahap I pada tahun 1985.
Kini, Taman Impian Jaya Ancol yang berdiri pada lahan seluas 552 hektar, telah menjadi tempat wisata dan rekreasi permainan terbesar dan terlengkap di Indonesia. Saat ini, mayoritas sahamnya dikuasai oleh Pemda DKI Jakarta.
Objek wisata di Ancol antara lain:
• Dunia Fantasi
• Gelanggang Samudra
• Atlantis Water Adventure - gelanggang renang terbesar di Ancol. Banyak fasilitas permainan seperti seluncur dengan ketinggian kurang lebih 15-20m. Di salah satu bagiannya, ada sebuah kolam yang pada saat-saat tertentu membuat gelombang besar sehingga semua orang di dalam kolam tersebut terasa seperti ada di laut
• Pasar Seni
• Seaworld Indonesia
• Marina
• Pantai Carnaval
• Pantai Festival
• Taman Pantai
• Hailai Mercure
• Padang Golf Ancol
• Kereta Gantung Gondola
• Ice World
• Pulau Bidadari

4. Arsip Nasional
Arsip merupakan memori kolektif bangsa, karena melalui arsip dapat tergambar perjalanan sejarah bangsa dari masa ke masa. Memori kolektif tersebut adalah juga identitas dan harkat sebuah bangsa. Kesadaran akademis yang dilandasi oleh beban moral untuk menyelamatkan arsip sebagai bukti pertanggung-jawaban nasional sekaligus sebagai warisan budaya bangsa, dapat menghindari hilangnya informasi sejarah perjalanan sebuah bangsa serta harkat sebagai bangsa yang berbudaya.
Sadar akan hal tersebut, Pemerintah melalui Undang-undang Nomor 7 tahun 1971 tentang Ketentuan-ketentuan Pokok Kearsipan membentuk Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) sebagai inti organisasi Lembaga Kearsipan Nasional yang mempunyai tanggung jawab terwujudnya Tujuan Kearsipan Nasional, yakni menjamin keselamatan bahan pertanggungjawaban nasional tentang perencanaan, pelaksanaan dan penyelenggaraan kehidupan kebangsaan serta untuk menyediakan bahan pertanggungjawaban tersebut bagi kegiatan Pemerintah.
Visi yang dimiliki oleh ANRI yaitu “Menjadikan arsip sebagai simpul pemersatu bangsa”. Sedangkan misi ANRI yaitu:
1. Memberdayakan arsip sebagai tulang punggung manajemen pemerintahan dan pembangunan;
2. Memberdayakan arsip sebagai bukti akuntabilitas kinerja aparatur;
3. Memberdayakan arsip sebagai alat bukti sah di pengadilan;
4. Melestarikan arsip sebagai memori kolektif dan jati diri bangsa serta bahan bukti pertanggungjawaban nasional;
5. Menyediakan arsip dan memberikan akses kepada publik untuk kepentingan pemerintahan dan kemasyarakatan demi kemaslahatan bangsa.
Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) adalah Lembaga Pemerintah Non Departemen (LPND) yang berkedudukan di bawah dan bertanggungjawab kepada Presiden. ANRI memiliki banyak fungsi, antara lain:
1. Pengkajian dan penyusunan kebijakan nasional di bidang kearsipan;
2. Koordinasi kegiatan fungsional dalam pelaksanaan tugas lembaga;
3. Fasilitasi dan pembinaan terhadap kegiatan instansi pemerintah di bidang kearsipan;
4. Penyelenggaraan pembinaan dan pelayanan administrasi umum di bidang perencanaan umum, ketatausahaan, organisasi dan tata laksana, kepegawaian, keuangan, kearsipan, hukum, persandian, perlengkapan dan rumah tangga.

5. Pusat Dokumentasi Sastra HB. Jassin
Pusat Dokumentasi Sastra (PDS) H.B Jassin merupakan suatu lembaga nirlaba yang salah satu tugasnya adalah mendokumentasikan hasil cipta sastra bangsa Indonesia.
PDS H.B Jassin berlokasi di dalam Taman Ismail Marzuki (TIM), berada di lantai dua sebuah gedung yang terletak di belakang Planetarium. Setiap harinya PDS H.B Jassin dikunjungi sekitar 30 orang, yang sebagian besar adalah pelajar SMA, selain mahasiswa yang sedang menyelesaikan skripsi atau peneliti sastra Indonesia dari dalam dan luar negeri.
Pusat Dokumentasi Sastra H.B. Jassin ini dimulai sebagai dokumentasi pribadi H.B. Jassin, sang tokoh sastra yang dijuluki sebagai Paus Sastra Indonesia. Jassin menggeluti pendokumentasian sastra ini dengan dana dan tenaga yang serba terbatas sejak ia mengembangkan minatnya akan dunia sastra dan pustaka pada tahun 1930-an, ketika usianya belum lagi 30 tahun.
Dokumentasinya ini menggugah perhatian Gubernur DKI Jakarta Ali Sadikin yang akhirnya turun tangan untuk ikut memelihara kelestariannya agar dapat dinikmati oleh generasi yang akan datang. Karena itulah Ali Sadikin kemudian memberikan tempat kepada H.B. Jassin di salah satu gedung yang terdapat di Taman Ismail Marzuki sebagai lokasi Pusat Dokumentasi ini.
Yayasan Dokumentasi Sastra H.B. Jassin didirikan pada 28 Juni 1976. Sejak tahun anggaran 1977/1978, Pemerintah Daerah DKI Jakarta memberikan subsidi kepada yayasan ini yang kemudian berganti nama menjadi Pusat Dokumentasi Sastra. Sementara itu, Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa Departemen Pendidikan dan Kebudayaan juga ikut mendukung pembiayaan lembaga ini tahun anggaran l983/l984. Ada pula sumbangan-sumbangan lain dari para donatur tidak tetap.
Pada Mei 2006, pusat dokumentasi ini mempunyai koleksi sebanyak 48.876 dalam bentuk buku-buku fiksi, non-fiksi, naskah drama, biografi dan foto-foto pengarang, kliping, makalah, skripsi, disertasi, rekaman suara, dan rekaman video. Di sini disimpan pula sejumlah surat pribadi dari berbagai kalangan seniman dan sastrawan, seperti Nh. Dini, Ayip Rosidi dan Iwan Simatupang.
PDS H.B. Jassin memberikan pelayanan kepada para pengunjung perpustakaan dan siapa saja yang ingin mencari informasi yang terkait dengan dunia sastra, baik para guru, mahasiswa, sastrawan, di luar Jakarta yang sedang mengerjakan skripsi ataupun disertasi. Pusat dokumentasi ini juga menyediakan fasilitas ruang bacaan dan fasilitas fotokopi.

6. Trans 7
Trans7 berdiri dengan ijin dari Dinas Perdagangan dan Perindustrian Jakarta Pusat dengan Nomor 809/BH.09.05/III/2000 dengan nama TV7 yang sahamnya sebagian besar dimiliki oleh Kelompok Kompas Gramedia (KKG). Pada tanggal 22 Maret 2000 keberadaan TV7 telah diumumkan dalam Berita Negara Nomor 8687 sebagai PT Duta Visual Nusantara Tivi Tujuh. Pada 4 Agustus 2006, Para Group melalui PT Trans Corpora resmi membeli 49% saham PT Duta Visual Nusantara Tivi 7. Dengan dilakukannya re-launch pada tanggal 15 Desember 2006, tanggal ini ditetapkan sebagai hari lahirnya Trans7. Direktur Utama Trans7 saat ini adalah Atiek Nur Wahyuni.
Acara yang ditayangkan oleh trans 7 antara lain:
• Empat Mata
• Cipika-cipiki
• Pernik
• Kena Deh
• Cilapop
• Dreamband
• Rekor Muri
• Selamat Pagi
• Jejak Petualang
• Si Bolang
• Petualangan Bahari
• I-Gossip International
• Infotainment Pagi
• Infotainment Siang
• Ensiklomedi
• Seru!!
• Laptop Si Unyil
• Theatre 7
• Siaga Satu
• Kisah Selebriti
• Soccer Boys
• Liga Italia Serie A
• TKP
• Redaksi
• Kolak
• Empat Mata Sahur
• Tom and Jerry
• Scooby Scooby-Doo
• Camp Lazlo
• Opera Van Java
Penyiar trans 7 antara lain:
• Hadijah Aljufri
• Lolo Siregar
• Angky Prita
• Taufik Imansyah
• Mira Khairunnisa
• Alfian Rahardjo
• Nina Melinda
• Anggita Suryo
• Zweta Manggarani
• Riyanni Djangkaru
• Medina Kamil
• Lelly Hermawan
7. FPBS UPI
Fakultas Pendidikan Bahasa dan Seni Universitas Pendidikan Indonesia terletak di Bandung. Di tempat ini kami melakukan study banding antara program studi Bahasa dan Sastra Indonesia UPI dengan program studi Bahasa dan Sastra Indonesia UNS. Ternyata ada satu perbedaan yang sangat mencolok. Meskipun berlabelkan pendidikan, ternyata dalam kenyataanya tidaklah demikian. Untuk program studi Bahasa dan Sastra Indonesia sendiri tiap angkatan terdiri dari satu kelas kependidikan dan satu kelas non kependidikan. Kelas non kependidikan ini sama halnya dengan program studi Sastra Indonesia di Fakultas Sastra dan Seni Rupa Uns.
Fakultas Pendidikan Bahasa dan Seni UPI mempunyai mahasiswa dengan jumlah yang relatif banyak dan berasal dari berbagai daerah. Sebagian besar mahasiswa berasal dari Propinsi Jawa Barat dan selebihnya dari luar Jawa Barat.
Mahasiswa FPBS yang terdaftar pada tahun akademik 2005/2006 berjumlah 3.742 orang dengan rasio 33 % (1.224 orang) laki-laki dan 67% (2.518 orang)) perempuan. Jika dilihat dari jalur pendidikan, jumlah mahasiswa FPBS terdiri atas Program Kependidikan sebanyak 3.966 orang dan Program non Kependidkan sebanyak 776 orang.
Beberapa program studi mempunyai mahasiswa asing, di antaranya berasal dari Amerika, Kanada, Belanda, Australia, Jepang, Korea, Thailand, Finlandia, Malaysia, dan negara asing lainnya.
Untuk menjalin kerja sama dan silaturahmi antara para orang tua mahasiswa dengan lembaga serta untuk menumbuhkan peran masyarakat, maka dibentuklah POMA (Persatuan Orang Tua Mahasiswa) komisariat FPBS.
Keberadaan POMA Komisariat FPBS bertujuan membina dan memelihara hubungan yang harmonis antara POMA dengan pimpinan Fakultas/Jurusan serta menghimpun daya maupun dana untuk menunjang kelancaran pembelajaran mahasiswa.
Pada saat ini FPBS memiliki 224 orang dosen, terdiri atas 38 Doktor yang di antaranya 10 orang berjabatan akademik Guru Besar, 140 orang Master/Magister dan sisanya masih berpendidikan sarjana. Pada akhir tahun 2008 tercatat sebanyak 46 orang dosen sedang menempuh pendidikan S2 dan sebanyak 23 orang sedang menempuh program S3. Selain itu staf dosen pada beberapa jurusan diperkuat dengan tenaga pengajar asing yang memiliki keahlian khusus dan pengalaman di bidangnya, serta memiliki nama besar baik di tingkat nasional maupun internasional.
Kegiatan yang dilakukan oleh mahasiswa pada setiap jurusan/program di lingkungan FPBS UPI diorganisasikan oleh Himpunan Mahasiswa Jurusan dan Badan Eksekutif Mahasiswa bersama dengan Majelis Permusyawaratan Mahasiswa (MPM) dan dibantu oleh pimpinan jurusan dan fakultas. Kegiatan yang dilakukan mahasiswa diklasifikasikan ke dalam lima bidang berikut ini :
a. Penalaran
Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kemampuan nalar mahasiswa, terutama yang berkaitan dengan bahasa, sastra, dan seni. Di antara kegiatan yang termasuk ke dalam bidang ini di antaranya adalah:
o Lomba Karya Tulis Mahasiswa (LKTM), Lomba Karya Ilmiah Produktif (LKIP), Program Kreativitas Mahasiswa (PKM), Presentasi Pemikiran Kritis Mahasiswa (PPKM), Pekan Ilmiah Mahasiswa Tingkat Nasional (PIMNAS). Dalam bidang ini tim FPBS berkali-kali mewakili UPI di tingkat nasional dan berhasil meraih predikat juara;
o Seminar, diskusi, dan ceramah;
o Latihan Dasar Kepemimpinan Mahasiswa dan Latihan Kepemimpinan Manajemen Mahasiswa;
o Pameran, festival, baca puisi, pentas seni dan sastra;
o Studi banding;
o Cerdas cermat, speech contest, ceramah keagamaan dan English Debate.
b. Pengembangan Bakat dan Minat
Kegiatan ini bertujuan menciptakan lingkungan dan kesempatan bagi mahasiswa untuk menyalurkan dan mengembangkan bakat dan minat mahasiswa secara optimal. Di antara kegiatan itu adalah:
o Paduan suara, kelompok seni musik, Tari dan Drama, Bazaar Seni Rupa dan Kerajinan, Conversation Club;
o Pekan Olah Raga dan Kesenian antar jurusan; dan
o Pendukung utama Tim KABUMI UPI.
o Mahasiswa Pencinta Alam (MAPAD).
c. Peningkatan Kesejahteraan Mahasiswa
FPBS UPI senantiasa berupaya meningkatkan kesejahteraan mahasiswa melalui penyediaan sarana berikut ini.
o Koperasi mahasiswa
o Beasiswa/bantuan yang tersedia bagi mahasiswa :
o Prestasi bidang olahraga
o BPPB
o Supersemar
o Bantuan Pend. Mahasiswa
o Gudang Garam
o Beasiswa Mahasiswa SPMB
o PPA
o Bantuan Belajar Mahasiswa
o Toyota Astra
o Sasakawa
o Yayasan Merubeni
o Bank Indonesia
o Dompet Dhuafa Republika
o Beasiswa Kerja Mahasiswa
o PT Djarum
o PT Pindad
o Yayasan Salim
o Dana santunan sakit bagi mahasiswa;.
o Asuransi Jiwa Bersama
d. Pengabdian kepada Masyarakat
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat sebagai upaya membina, menumbuhkan, dan memperkuat kesadaran mahasiswa akan pentingnya penerapan ilmu dan keterampilan yang dimilikinya dalam bidang bahasa, sastra, seni, dan kegiatan sosial lainnya bagi kepentingan masyarakat, diwujudkan dalam berbagai bentuk, di antaranya:
o Latihan vocal group bagi Karang Taruna dan warga RT RW,
o Kursus Bahasa Arab dan bahasa Inggris bagi masyarakat
o Ceramah-ceramah keagamaan di mesjid-mesjid di sekitar kampus
o Pembinaan/bimbingan kerajinan bagi masyarakat.
o Menyelenggarakan sunatan masal.
o Menyelenggarakan kegiatan amal sebagai bantuan bagi masyarakat.
e. Pembinaan Disiplin
Pembinaan disiplin mahasiswa sebagai upaya peningkatan kesadaran akan hak dan kewajibannya, baik sebagai mahasiswa maupun sebagai anggota masyarakat, dilakukan melalui pembinaan peran dan partisipasi mereka dalam kegiatan kampus, Unit Kegiatan Mahasiswa, kegiatan organisasi mahasiswa HIMA, BEM, dan MPM sesuai dengan lingkup organisasinya.


8. Cihampelas
Kota Bandung sangat identik dengan Kawasan Cihampelas. Berdasarkan legenda, sebutan Cihampelas berasal dari nama kolam pemandian yang terletak di sisi jalan kecil Cihampelas, yaitu Jalan Taman Hewan. Kata Cihampelas konon berasal dari nama pohon Hampelas yang pada saat pembuatan kolam tahun 1904 banyak tumbuh di sekitar kolam.
Pencitraan Cihampelas sebagai pusat perbelanjaan busana mulai berlangsung sejak 28 tahun lalu. Pada tahun 1980, Kawasan pertokoan Cihampelas terkenal dengan produk khasnya , yaitu pakaian berbahan kain denim atau sering disebut jeans.
Kekhasan Cihampelas dengan jeans mulai melegenda bersamaan dengan ramainya Kawasan Cibaduyut sebagai sentra produksi sepatu. Kekhususan dua tempat ini dengan produknya jeans dan sepatu menjadikan sejumlah wisatawan kurang merasa afdol jika belum bertandang.
Seiring berkembangnya sejumlah factory outlet atau FO pada tahun 2000 yang banyak menawarkan pakaian jadi sisa ekspor, kawasan pertokoan Cihampelas ikut menghanyutkan diri dengan menamai diri menjadi FO. Waktu itu, keramaian jalanan Cihampelas sempat terpecah karena banyaknya FO yang bertebaran di penjuru Kota Bandung.
Setelah FO bermunculan, pertokoan Cihampelas mulai beralih dari fokus pakaian jeans ke jenis pakaian lain, entah celana, jaket, kemeja, topi, hingga tas.
Untuk mendongkrak minat pengunjung, PT korek Api Guna Mandiri yang mengelola 16 buah toko di sepanjang Jalan Cihampelas memilih trik menempelkan nama-nama tokoh komik legendaris. Personifikasi tokoh-tokoh komik legendaris luar negeri tersebut bahkan diekspose secara berlebih dalam bentuk patung-patung raksasa, entah itu Batman, Superman, Spiderman, Tarzan, Cat Woman hingga yang terbaru Ironman.
Menangkap prospek bisnis di Kawasan Cihampelas, Tahun 2004, PT Karya Abadi Samarga akhirnya membangun mal berciri open air concept dengan nama Cihampelas Walk atau Ciwalk. Pusat perbelanjaan yang dibangun di atas bekas pabrik daging PT Mantrus pada era penjajahan Belanda tersebut berusaha menampilkan diri sebagai mal yang asri.Tak heran, beberapa pohon berukuran besar tetap dibiarkan berdiri kokoh di sekitar kawasan mal dan bahkan ditambah dengan sejumlah pohon baru sebagai peneduh.
Sebagai mal berkonsep terbuka, pengunjung dapat bebas berjalan-jalan menikmati suasana dan menghirup udara segar sembari berbelanja. Bermacam-macam restoran ditampilkan dengan kursi pengunjung berada di luar ruangan. Sementara, pengunjung yang tak berbelanja pun dapat duduk santai di kursi-kursi pelataran mal.
Di tempat ini, pengunjung dapat menikmati bermacam-macam hiburan, seperti billiar, karaoke, bioskop, hingga talent box dimana orang bisa bernyanyi sepuas mungkin kemudian merekam sendiri suara dan aksinya dalam bentuk kepingan compact disk.
Kehadiran Ciwalk semakin menambah ke gairahan Kawasan Cihampelas. Di hari biasa, sekitar 3.000 mobil singgah di Ciwalk dan bahkan pada akhir pekan 7.000 mobil silih berganti memasuki mal tersebut. Tak heran, jalanan di sepanjang Cihampelas selalu dipadati kendaraan bermotor.
Karena potensi bisnis wisata yang menjanjikan, Pemerintah Kota Bandung telah menetapkan Kawasan Cihampelas menjadi salah satu bagian dari lima kawasan revitalisasi wisata. Empat kawasan wisata Kota Bandung lainnya adalah Cibaduyut dengan produ k sepatunya, Suci dengan produk kaos, Cigondewah dengan produk kain, dan Binong Jati dengan produks rajut.

9. Cibaduyut
Pusat perbelanjaan sepatu cibaduyut adalah pasar penjualan sepatu terpanjang di dunia, dimana di lokasi tersebut merupakan sentra penjualan sepatu hasil kreasi para pengrajin yang ilmu pembuatannya didapat secara turun menurun, pada tahun 1989 pemerintah R.I meresmikan cibaduyut ini sebagai daerah tujuan wisata. Atas dasar ini Pendiri Toko sepatu Oval memberanikan diri bersaing dengan ratusan kompetitor sejenis untuk berusaha dalam bidang persepatuan. Oval didirikan Oleh Bapak H. Sambas Sulaeman.
Pada Awalnya pendiri hanyalah pedagang kecil yang memiliki kios ukuran 2x3 m di pasar kosambi, namun seiring perkembangan dan jerih payah, Usahanya mulai menampakkan hasil, dan dengan modal pengalaman dan jam terbang di bidang per-sepatuan, pendiri mulai dalam memberanikan diri bersaing di pangsa pasar yang lebih besar, yaitu Cibaduyut.
Setelah Oval berjalan selama 5 tahun, pada tahun 1994, Oval mengalami musibah Kebakaran yang menghanguskan seluruh bangunan beserta isinya, yang mengakibatkan Pendiri mengalami kerugian yang cukup besar, namun dengan semangat dan pantang menyerah dan pemikiran bahwa semuanya akan kembali kepadaNya.
Dengan tekad untuk maju dan berkembang, serta tanggung jawab akan keluarga dan para karyawan yang telah setia dan bekerja keras membangun bisnis ini, setahun kemudian Oval kembali berdiri dengan lebih kokoh, besar dan menyerap tenaga kerja yang lebih banyak dari sebelumnya. Tepat pada tahun 1995, Oval mulai kembali beroperasi, dan memiliki cabang di jl. Pasteur, cihampelas, jl. A.Yani, kuningan Ujung pandang, jakarta dan tanggerang, pada saat itu Oval diresmikan oleh walikota bandung, yang pada saat itu dipegang oleh Bapak Ateng Wahyudi.
Mulai saat itu Oval lebih dikenal luas di luar daerah, bahkan sampai keluar pulau jawa, banyak para pengunjung yang berasal dari luar kota bandung, yang komposisi dari para pengunjung adalah 70 % dari luar bandung dan 30% dari kota bandung itu sendiri. Saat ini perkembangan wisata belanja di kota bandung cukup pesat perkembangannya, sehinngga Oval merasa perlu untuk menyikapi kebutuhan dari konsumen itu sendiri, yaitu membuat Factory outlet.







BAB IV
PENUTUP
A. Simpulan
Tempat yang dijadikan tujuan atau objek kuliah kerja lapangan mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Program Bahasa dan Sastra Indonesia antara lain:
(1) Pusat Bahasa
(2) Suara Pembaharuan
(3) ANRI
(4) Pusat Dokumentasui Sastra HB. JASSIN
(5) Trans 7
(6) UPI
Dari tempat-tempat yang kami kunjungi, kami mendapat banyak wawasan dan pengalaman baru

B. Saran
Kunjungan ataupun kuliah kerja lapangan yang kami lakukan memang belum begitu optimal. Walau terdapat kendala tetapi, secara umum bisa berjalan dengan lancar. Sebagai saran antara lain:
1. Perbanyak intensitas pembelajaran yang langsung terjun ke lapangan
2. Pengorganisasian lebih ditingkatkan, terutama waktu untuk ibadah









Lampiran Foto

A. Pusat Bahasa



B. Suara Pembaharuan





C. Ancol




D. ANRI




E. HB. Jassin







F. Trans 7




G. UPI

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar