Senin, 20 September 2010

CIRI-CIRI MODEL PEMBELAJARAN CTL, PEMBELAJARAN TERPADU, QUANTUM, COOPERATIVE, PROBLEM BASED LEARNING DAN RPP

CIRI-CIRI MODEL PEMBELAJARAN CTL, PEMBELAJARAN TERPADU, QUANTUM, COOPERATIVE, PROBLEM BASED LEARNING DAN RPP

Disusun Untuk Memenuhi Tugas Semester Lima
Mata Kuliah Perencanaan Pengajaran Bahasa dan Sastra
Dosen Pengampu: Drs. Swandono, M. Pd







Oleh:
IKA RAHAYU SUSILANINGSIH
K1207020



PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS SEBELAS MARET
SURAKARTA
2009
Ciri-ciri Model Pembelajaran
A. Kontekstual atau Contextual Teaching and Learning (CTL)
Menurut Blanchard, ciri-ciri kontekstual:
1) Menekankan pada pentingnya pemecahan masalah.
2) Kegiatan belajar dilakukan dalam berbagai konteks.
3) Kegiatan belajar dipantau dan diarahkan agar siswa dapat belajar mandiri.
4) Mendorong siswa untuk belajar dengan temannya dalam kelompok atau secara mandiri.
5) Pelajaran menekankan pada konteks kehidupan siswa yang berbeda-beda.
6) Menggunakan penilaian otentik. (http://techonly13.wordpress.com/2009/08/26/pendekatan-kontekstual-atau-contextual-teaching-and-learning-ctl/)

B. Pembelajaran Terpadu
Sebagai suatu proses, pembelajaran terpadu memiliki karakteristik sebagai berikut:
1. Pembelajaran berpusat pada anak
Pembelajaran terpadu dikatakan sebagai pembelajaran yang berpusat pada anak, karena pada dasarnya pembelajaran terpadu merupakan suatu sistem pembelajaran yang memberikan keleluasaan pada siswa, baik secara individu maupun kelompok. Siswa dapat aktif mencari, menggali, dan menemukan konsep serta prinsip-prinsip dari suatu pengetahuan yang harus dikuasainya sesuai dengan perkembangannya.
2. Menekankan pembentukan pemahaman dan kebermaknaan
Pembelajaran terpadu mengkaji suatu fenomena dari berbagai macam aspek yang membentuk semacam jalinan antar skemata yang dimiliki siswa, sehingga akan berdampak pada kebermaknaan dari materi yang dipelajari siswa. Hasil yang nyata didapat dari segala konsep yang diperoleh dan keterkaitannya dengan konsep-konsep lain yang dipelajari dan mengakibatkan kegiatan belajar menjadi lebih bermakna. Hal ini diharapkan akan berakibat pada kemampuan siswa untuk dapat menerapkan perolehan belajarnya pada pemecahan masalah-masalah yang nyata dalam kehidupannya.
3. Belajar melalui pengalaman langsung
Pada pembelajaran terpadu diprogramkan untuk melibatkan siswa secara langsung pada konsep dan prinsip yang dipelajari dan memungkinkan siswa belajar dengan melakukan kegiatan secara langsung. Sehingga siswa akan memahami hasil belajarnya sesuai dengan fakta dan peristiwa yang mereka alami, bukan sekedar informasi dari gurunya Guru lebih banyak bertindak sebagai fasilitator dan katalisator yang membimbing ke arah tujuan yang ingin dicapai. Sedangkan siswa sebagai aktor pencari fakta dan informasi untuk mengembangkan pengetahuannya.
4. Lebih memperhatikan proses dari hasil semata
Pada pembelajaran terpadu dikembangkan pendekatan discovery inquiry (penemuan terbimbing) yang melibatkan siswa secara aktif dalam proses pembelajaran yaitu mulai dari perencanaan, pelaksanaan sampai proses evaluasi. Pembelajaran terpadu dilaksanakan dengan melihat hasrat, minat, dan kemampuan siswa, sehingga memungkinkan siswa termotivasi untuk belajar terus menerus.
5. Sarat dengan muatan keterkaitan
Pembelajaran terpadu memusatkan perhatian pada pengamatan dan pengkajian suatu gejala atau peristiwa dari beberapa mata pelajaran sekaligus, tidak dari sudut pandang yang terkotak-kotak. Sehingga memungkinkan siswa untuk memahami suatu fenomena pembelajaran dari segala sisi, yang pada gilirannya nanti akan membuat siswa lebih arif dan bijak dalam menyikapi atau menghadapi kejadian yang ada.
(http://warock.wordpress.com/2009/03/11/pembelajaran-terpadu/)

C. Quantum Learning
Secara garis besar pembelajaran yang menggunakan model kuantum menunjukkan ciri-ciri:
(1) Penggunaan musik dengan tujuan-tujuan tertentu;
(2) Pemanfaatan ikon-ikon sugestif yang membangkitkan semangat belajar siswa; (3) Penggunaan “stasiun-stasiun kecerdasan” untuk memudahkan siswa belajar sesuai dengan modalitas kecerdasannya;
(4) Penggunaan bahasa yang unggul;
(5) Suasana belajar yang saling memberdayakan;
(6) Penyajian materi pelajaran yang prima.
(http://kreasi-ridwan.blogspot.com/2009/06/pembelajaran-kuantum.html)

D. Cooperative Learning
Menurut Nur (2001: 3) pembelajaran yang menggunakan model cooperative learning pada umumnya memiliki ciri-ciri sebagai berikut :
1. Siswa bekerja dalam kelompok secara kooperatif untuk menuntaskan materi belajarnya.
2. Kelompok dibentukdari siswa yang memiliki kemampuan tinggi, sedang dan rendah.
3. Bilamana mungkin, anggota kelompok berasal dari ras, bangsa, suku, dan jenis kelamin yang berbeda-beda.
4. Penghargaan lebih berorientasi kepada kelompok daripada individu.
(http://blog.unila.ac.id/sinung/2009/09/17/cooperative-learning-untuk-meningkatkan-motivasi-belajar-matematika-siswa/)

E. Problem Based Learning
Ciri problem based learning antara lain:
1. Mengorientasikan siswa kepada masalah autentik
2. Berfokus pada keterkaitan antar disiplin
3. Penyelidikan autentik
4. Menghasilkan produk/karya dan memamerkannya
(akhmadsudrajat.files.wordpress.com/.../pembelajaran-kontekstual.ppt )


RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP)
Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia
Kelas/Semester : VII/2
Standar Kompetensi : Menanggapi Cara Pembacaan Puisi
Kompetensi Dasar : 1. Menanggapi cara pembacaan puisi.
2. Merefleksi isi puisi yang dibacakan.
Indikator : 1. Siswa mampu mengetahui pembacaan puisi yang baik.
2. Siswa mampu menanggapi pembacaan puisi.
3. Siswa mampu merefleksi isi puisi.
Alokasi Waktu : 1 X 40 Menit

1. Tujuan Pembelajaran
Setelah mengikuti pembelajaran ini, siswa mampu:
• Mengetahui pembacaan puisi yang baik.
• Menanggapi pembacaan puisi.
• Merefleksi isi puisi.

2. Materi Pembelajaran
Puisi

3. Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran
a. Kegiatan awal (apersepsi)(5 Menit)
• Apersepsi dan tanya jawab mengenai puisi
b. Kegiatan Inti (25 Menit)
• Menjelaskan cara membacakan puisi dengan baik
• Menyimak pembacaan puisi yang dibacakan oleh salah seorang siswa
• Menanggapi pembacaan puisi yang dibacakan oleh salah seorang siswa
• Melakukan pembahasan mengenai isi puisi

c. Kegiatan Akhir (5 Menit)
• Menyimpulkan cara membaca puisi
• Menyimpulkan cara memahami isi puisi

4. Media dan Sumber Belajar
• Teks puisi
• Anipudin dkk. 2007. Cermat Berbahasa 1B. Solo: Tiga Serangkai.

5. Model dan Metode Pembelajaran
Model yang digunakan dalam pembelajaran ini adalah:
a. Contoh
b. Tanya-jawab
c. Latihan
d. Penugasan
Termasuk dalam metode pembelajaran kooperatif, ditandai dengan adanya interaksi intensif antara guru dan peserta didik.
6. Penilaian
a. Teknik : Tes tertulis
b. Bentuk Instrumen : Daftar pertanyaan
c. Soal/ Instrumen :
Guru memutarkan sebuah kaset rekaman yang berisi pembacaan puisi oleh seseorang.
1. Tentukan tema puisi yang kamu dengarkan tadi!
Skor nilai:
1. Jawaban benar skor 3
2. Jawaban mendekati benar skor 2
3. Jawaban kurang tepat skor 1
4. Jawaban salah skor 0


2. Apa isi puisi tersebut?
Skor nilai:
1. Jawaban benar skor 3
2. Jawaban mendekati benar skor 2
3. Jawaban kurang tepat skor 1
4. Jawaban salah skor 0

Skor maksimal = 12
Perhitungan nilai akhir dalam skala 0 s.d. 100 adalah sebagai berikut:
Perolehan Skor
Nilai akhir = ------------------------ X Skor Ideal (100) = . . .
Skor Maksimum (12)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar